Siaran Pers
UNTUK DISIARKAN SEGERA
TKN PSL Gelar Talkshow “Perangi Polusi Plastik, Mulai Beralih ke Tas Belanja Guna Ulang” Membagikan Tas Belanja Guna Ulang Berbahan Ramah Lingkungan Bagi Pengemudi Ojek Daring
SIARAN PERS
Jakarta, 18 Februari 2021 – Hari ini Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) menggelar acara peluncuran Tas Belanja Guna Ulang untuk ojek daring (online) yang di desain oleh Merdi Sihombing(desainer eco-fashion). “Tas belanja guna ulang ini kita buat dari serat jute, sehingga ramah lingkungan karena mudah di daur ulang dan terurai di alam” ujar Merdi. Tas tersebut diproduksi dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari beberapa daerah dan komunitas difabel. Sebanyak 1.500 tas belanja guna ulang telah diproduksi dan akan dibagikan kepada pengemudi ojek daring yang tersebar di 5 wilayah, yaitu DKI Jakarta, Cimahi, Bali, Banjarmasin, dan Bogor. Pembagian tas ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang dilaksanakan oleh TKN PSL dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 dan Bulan Peduli Sampah Nasional yang diselenggarakan selama bulan Februari 2021.
Dirjen PSLB3 KLHK dan Ketua Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) Rosa Vivien Ratnawati, yang akrab disapa Ibu Vivien mengatakan, “Pembagian tas guna ulang ini merupakan wujud nyata kontribusi dari tim TKN PSL untuk usaha pengurangan sampah dan sampah plastik. Kami berharap dengan adanya inisiatif ini, mampu untuk terus menumbuhkan kesadaran dan semangat masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.”
Sementara itu Ibu Nani Hendiarti, Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, dalam sambutan nya mengatakan “Saat ini, terdapat 900.000 sampai dengan satu juta mitra pengemudi ojek daring di Jabodetabek. Mitra pengemudi ojek online ini adalah partner yang baik dalam usaha pengurangan sampah plastik. Dalam layanan antar paket dan makanan yang mereka tawarkan, timbulan sampah plastik sekali pakai sangat tinggi. Di masa pandemi, timbulan sampah dari layanan antar paket dan makanan tersebut meningkat dengan drastis. Hasil penelitian LIPI di bulan April – Mei 2020 menunjukkan bahwa selama pandemi di Jabodetabek, sampah plastik dari jasa antar paket meningkat 62 persen sementara plastik dari jasa antar makanan siap saji meningkat 47 persen.”
Pada acara Peluncuran Tas Belanja Guna Ulang diselenggarakan juga Talkshow “Perangi Polusi Plastik, Mulai Beralih ke Tas Belanja Guna Ulang”, yang menghadirkan sejumlah penggiat lingkungan di Indonesia, antara lain Rofi Alhanif (Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kemenkomarves), Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah, KLHK), Merdi Sihombing, Tiza Mafira (Co-Founder Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik), dan Yoanita Simanjuntak (Senior Lead Sustainability Gojek Group). Acara ini merupakan salah satu aksi nyata dari TKN PSL yang bertujuan untuk mengurangi 70% (tujuh puluh persen) sampah laut di Indonesia pada 2025, serta menjadi permasalahan lingkungan, sosial dan ekonomi di Indonesia.
Menanggapi kegiatan tim TKN PSL Bapak Abdul Wahib Situmorang representasi UNDP Indonesia mengatakan “Dewasa ini, urgensi terhadap intervensi inovatif menjadi sangat penting dalam usaha untuk menangani permasalahan sampah plastik. Kita memiliki akses terhadap pengetahuan dan teknologi yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga kita harus menemukan cara untuk melakukan sesuatu secara berbeda. Untuk melakukan sesuatu secara inovatif. Tas Belanja Guna Ulang merupakan cerminan dari sebuah inovasi. Tas Guna Ulang dapat menjadi platform kampanye terhadap peningkatan kesadaran masyarakat atas usaha Pemerintah Indonesia dalam mengurangi sampah dan sampah plastik. Sesuai dengan tujuan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah sebesar 30% dan menangani sampah sebesar 70% hingga 2025. ”
Target penanganan sampah laut sebesar 70% di tahun 2025 tersebut didasarkan pada kondisi sampah laut Indonesia yang cukup mengkhawatirkan. Studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang dilakukan di 18 lokasi di tahun 2018 menemukan bahwa sebesar 0,27 – 0,59 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya. Sampah plastik yang dominan ditemukan pada seluruh wilayah dan lokasi pengamatan adalah sampah plastik sekali pakai (SPSP), seperti kantong kresek, sedotan, puntung rokok dan styrofoam. SPSP tersebut relatif lebih mudah hancur serta dapat menjadi plastik ukuran mikro (seperti mikroplastik dan nanoplastik) yang memiliki ancaman besar terhadap biota lautan. Kondisi ini semakin diperparah semenjak adanya Pandemi Covid-19. Peneliti dari Pusat Oseanografi LIPI menemukan adanya peningkatan kegiatan belanja online pada mayoritas warga Jabodetabek selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) / Work from Home (WFH). Penelitian itu juga menunjukkan bahwa 96% paket belanja online dibungkus dengan bahan plastik. Selotip, bungkus plastik, dan bubble wrap adalah pembungkus berbahan plastik yang paling sering ditemukan. Bahkan, di kawasan Jabodetabek, sampah plastik dari pembungkus paket menyaingi sampah dari kemasan produk yang dibeli.
Merespon persoalan sampah plastik tersebut, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Sementara itu, untuk menangani sampah di lautan, Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut menargetkan pengurangan 70% sampah di lautan di tahun 2025, yang hingga saat ini telah tercapai pengurangan sebesar 15,3%. Selain itu, beberapa wilayah di Indonesia juga telah menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, salah satunya Pemprov DKI Jakarta yang mulai melarang tempat-tempat perbelanjaan untuk menggunakan kantong plastik sekali pakai sejak 1 Juli 2020. Pelarangan itu sesuai dengan Pergub No. 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.
Menanggapi usaha pemerintah Indonesia ini Bapak Bjornar Dahl Hotvedt, Minister Counsellor Kedutaan Besar Norwegia mengatakan “Indonesia dan Norwegia telah bermitra untuk memulihkan kondisi laut seperti sedia kala, karena negara kita memiliki komitmen yang sama untuk menangani permasalahan sampah plastik laut demi ekosistem laut yang sehat. Terobosan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan menargetkan pengurangan sampah plastik laut di lautan sebesar 70% pada tahun 2025, ditambah dengan lima strategi untuk mendukung target tersebut, membuat saya yakin bahwa Indonesia telah siap untuk menangani permasalahan sampah plastik laut dengan baik.”
“TKN PSL berharap dengan adanya inisiatif ini dapat berkontribusi secara positif tidak hanya bagi lingkungan, namun juga secara sosial, dan ekonomi kepada masyarakat luas,” tutup Ibu Vivien.
– Selesai –
Tentang TKN PSL
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut. Hal ini terbukti dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No. 83/2018 tentang Penanganan Sampah Laut, dimana didalamnya tersurat target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025. Melalui Perpres ini, dibentuk pula Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) yang memberikan arahan-arahan strategis bagi kementerian/lembaga untuk menangani permasalahan sampah laut selama jangka waktu 8 tahun (2018-2025).
TKN PSL diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai ketua harian. Selain itu Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana RAN PSL dan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi bertindak sebagai Wakil Ketua Tim Pelaksana RAN PSL. Sebanyak 16 kementerian dan 1 lembaga tergabung dalam TKN PSL.
Saat ini, 80% sampah laut Indonesia berasal dari daratan dan 30% diantaranya dikategorikan sebagai sampah plastik. Setiap tahunnya, 1.29 juta ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia dan berkontribusi terhadap akumulasi sampah lokal. Hal ini turut dipengaruhi oleh pasang surut ombak di laut (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, 2018).
Tentang HartLogic
HartLogic selaku konsultan media TKN PSL merupakan wadah pengusaha. HartLogic mendukung pengusaha melalui 3 solusi: Foundation, Enterprise, dan Society. HartLogic Foundation untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi umat manusia secara nirlaba melalui Sustainable Ecosystem, Development Program dan Initiatives. HartLogic Enterprise untuk membangun potensi maksimal melalui Incubator, Consulting, dan Ventures. HartLogic Society menyalurkan informasi dan menjalin relasi melalui Summit, Community, dan Associations.
HartLogic, memiliki visi untuk mendukung pengusaha di seluruh dunia. Dengan misi untuk menciptakan koneksi baru, mendukung kolaborasi, menyediakan wawasan, meningkatkan keterampilan pribadi, dan membangun organisasi. “Kita Wujudkan, Sekarang.” adalah motto dari HartLogic.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi: https://www.hartlogic.com
Narahubung
Bernhart Farras
Lead Consultant for TKN PSL
HaLo@pranala.media
+62 878 8887 5447
www.hartlogic.com
Galeri Foto
Liputan Media
- Antara News – Pemerintah Gandeng Ojol Kampanyekan Tas Belanja Guna Ulang
- Republika – Pemerintah Gandeng Ojol Kampanyekan Tas Belanja Guna Ulang
- Merdeka – Indonesia Masuk 10 Negara ASEAN Penyumbang Sampah Plastik ke Laut
- Tribun News – Gojek dan KLHK Perkuat Kolaborasi Kurangi Penggunaan Plastik
- CNN Indonesia – Gojek dan KLHK Berkolaborasi Kurangi Penggunaan Plastik
- JPNN – HPSN 2021: KLHK Sebut Pengelolaan Sampah Bisa Dorong Perekonomian
- Akurat – KLHK RI: Pengelolaan Sampah Yang Baik Dapat Dorong Ekonomi Nasional
- Kumparan – Gojek dan KLHK Perkuat Kolaborasi Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
- Viva – Ojol Diajak Populerkan Tas Belanja Guna Ulang
- Berita Satu – Penggunaan Sampah Plastik Meningkat 2 Kali Lipat Selama PSBB
- Liputan 6 – Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Terbesar Sampah Plastik di Laut
- Republika – Pemerintah Gandeng Ojol Kampanyekan Tas Belanja Guna Ulang






Tinggalkan Balasan